Friday, 4 March 2011

FOTOGRAFI




              Foto merupakan benang yang menambat saat-saat kehidupan kita bersama. Kebanyakan dari kita mengambil posisi untuk berfoto, menatap foto, dan mengabadikan foto anak sejak lahir. Foto merekam berbagai peristiwa pribadi, darmawisata dan tamasya, liburan, ulang tahun, pesta pernikahan hingga merekam tempat atau lokasi yang menarik untuk diabadikan, juga membantu menguraikan berbagai berita kepada kita. Foto mempromosikan produk dan memproduksi dokumen resmi. Apabila diputar bersama-sama dalam alat proyektor untuk memberikan ilusi berkesinambungan, foto-foto itu memberi hiburan seperti film. Apabila digunakan untuk menelaah pemecahan atom atau menangkap cahaya yang telah di analisis oleh spektroskop foto itu membantu mengembangkan ilmu pengetahuan. Melalui sinar –X, foto merekam bagian tubuh manusia; di observatorium foto dapat membantu untuk penelitian ruang angkasa.
Foto juga mengabadikan pahlawan kita dan supaya kita selalu ingat terhadap orang-orang yang kita cintai. Bahkan foto-foto dapat menyatakan visi pribadi kita, karena fotografi kreatif telah menjadi suatu bentuk kesenian. Teknologi nya menjadikan bentuk kesenian ini mudah dilakukan setiap orang.

 
DASAR ILMIAH PADA FOTO

Setiap foto didasarkan atas dua fakta ilmiah sederhana:
  1. Cahaya yang lewat melalui lensa membentuk sebuah bayangan (citra).
  2. Cahaya yang menggelapkan zat tertentu.

Pada fotografi cahaya yang dipantulkan dari subjek yang dipotret melalui suatu lensa menuju kotak rapat cahaya, yang disebut kamera. Sinar cahaya ini mempengaruhi benda peka-cahaya yang ada pada film, yang berada di ujung lain kamera. Dengan cara ini, bayangan direkam pada film yang peka-cahaya. Kemudian, bayangan itu kelihatan dan dapat diproses dengan bahan-bahan kimia tertentu. Bayangan negatif, yang dihasilkan kemudian dicetak di kertas yang peka-cahaya dan tampak sebagai bayangan positif atau sebuah foto.
Kamera pertama tercipta sebelum abad X-camera obscura (kata latin untuk “kamar digelapkan”). Kamera ini sebenarnya merupakan sebuah kamar kecil dengan sebuah lubang pada sebuah dinding. Lubang itu membiarkan sinar cahaya yang dipantulkan dari sasaran di luar kemudian masuk dan mengenai dinding di hadapannya, membentuk bayangan benda yang terbalik. Seorang peneliti lalu akan mengusut bayangan terbalik pada dinding tersebut. Kamera modern bekerja atas dasar yang sama seperti camera obscura, tetapi sebagai pengganti bayangan yang dipantulkan pada dinding, bayangan itu dipantulkan dan direkam pada film.

 

BAGIAN-BAGIAN DASAR KAMERA

Kamera sederhana atau kamera yang canggih sekalipun, semuanya mempunyai bagian-bagian dasar yang sama.
  1. Sebuah kotak rapat cahaya-untuk menjaga agar cahaya yang tidak dikehendaki tidak masuk dan membantu sebagai rangka untuk memegang bagian-bagian lain.
  2. Sebuah lensa yang berguna untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan dari suatu subjek.
  3. Pembuka lensa untuk mengendalikan jumlah cahaya yang mengenai film.
  4. Sebuah penutup guna mengendalikan lama cahaya mencapai film. Penutup ini menghalangi semua cahaya sampai Anda mengambil gambar.
  5. Sebuah pencari sasaran, yang memungkinkan Anda melihat apa yang “dilihat” kamera, dan memungkinkan Anda mengatur daerah gambar Anda.
  6. Sebuah pelepas penutup untuk membuka dan menutup penutup.
  7. Sebuah mekanisme pendorong-film untuk memajukan film gua gambar berikutnya.

Artikel Terkait : 
Tip Memotret dengan baik

1 comment:

There was an error in this gadget